Langit berwarna keabu-abuan.rintikan air hujan turun perlahan-lahan membasahi bumi.saat itu hujan mulai berhenti.tubuh mungilnya pun mengigil kedinginan seraya berkata "Ayo kita pulang bersama".Akupun tersenyum dan mengikuti gadis itu dari belakang.

Diperjalanan pulang kami melewati sebuah jembatan.entah mengapa pada saat itu dada kiriku berdetak.Aku mulai gelisah dan nadiku berdenyut.saat itu aku berpikir apakah benar ini tidak apa-apa?apakah aku bisa melewatinya?tiba-tiba gadis itu berhenti di tengah jembatan dan mengikat tali sepatunya yang lepas.

"hei,apakah aku terlihat menyedihkan?" tanya gadis itu dengan nafas tak beraturan.Akupun bingung ingin menjawab apa."aah..tidak,kau adalah gadis yang sangat sempurna dimataku" Balasku dengan ragu. Entah apa yang kupikirkan saat itu aku tak percaya gadis itu menangis.ia pun langsung berdiri dan memandangi pemandangan disekitar jembatan itu.

"Apakah salah aku membatasi diriku dengan sebuah janji?demi masa depanku?" tanya dia sambil menangis."sebenarnya tidak apa-apa.Masa depanmu akan jauh lebih cerah dibanding langit itu" jawabku sambil menunjuk keatas langit.

Akupun bergumam "Didunia yang penuh kesedihan ini apakah masa depan kita akan secerah langit biru?". "Meskipun tidak secerah langit biru aku akan tetap disisimu.meskipun kita lahir dan hidup di langit kita masing-masing." jawabnya sambil tersenyum sambil meneteskan matanya seperti rintikan hujan tadi.

Dua langit itu pun kini menjadi satu Akhirnya kami dapat tersenyum di bawah langit yang sama. Dari kejauhan tampak sebuah pemandangan tidak biasa.Langit yang tadinya gelap itu berubah mengeluarkan jembatan tujuh warna.Akupun sontak terkagum-kagum melihat pemandangan langka itu. Gadis itu tiba-tiba berbicara "Tidak apa-apa,aku akan tetap berada disini.aku tidak akan pergi kemanapun".

Akupun kaget dan perlahan mulai membuka mataku.tubuhku basah kuyup bermandikan air hujan yang membasahi bumi dan dengan cepat aku melihat disekelilingku.sosok gadis yang tadi menangis itu hilang dari pandangan mata.perlahan-lahan aku mulai bangkit dan berdiri kemudian meraih payung yang kubawa.entah darimana datangnya tiba-tiba ada suara seorang gadis yang tadi bersamaku "Hei, apa kau bisa melihatnya dari kejauhan? Aku bisa melihatnya juga, langit yang sama seperti yang kau lihat."

suara yang tak asing bagiku,bahkan sebelum aku berjumpa dengan gadis itu.Akupun menengadah.jembatan 7 warna yang menggantung diatas langit itu semakin berkilau dan nampak jelas terlihat oleh mata dan membuatku terkagum-kagum.

"biip..bipp" handphone ku berbunyi dan akupun langsung membuka pesan yang masuk itu. "Dua langit itu pun kini menjadi satu .akhirnya kita dapat tersenyum dibawah langit yang sama,kan?" tulis seseorang yang tidak ku kenal.aku langsung menutup handphoneku.namun,tiba-tiba aku menerima satu pesan lagi dari teman sekelasku."R.I.P our beloved friend Maria".

Air mata pun keluar tiba-tiba.aku teringat sosok gadis yang tadi bersamaku.orang yang paling kucintai.payung yang kupegang langsung kubuang dan aku berlari meninggalkan tempat itu. Akupun tersadar didunia tanpa air mata, jembatan itu takkan menggantung. Sesungguhnya keindahan dunia ini menyembunyikan kesedihannya. "Jalinan kita pun menggantungkan warna-warni yang disebut pelangi, kan?"gumamku dalam hati.Akupun terus berlari dan berlari tanpa arah yang pasti menuju tempat dimana pelangi itu berada. :)
Tamat